SOLOKAL, Surakarta. Pada Senin, 24 Oktober 2022, Menteri Invetasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Menggelar konferensi pers via kanal Youtube terkait realisasi investasi PMA (penanaman modal asing) dan PMDN (penanaman modal dalam negeri) di Triwulan III tahun 2022. Sesuai yang disampaikan Oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadahlia, capaian investasi Indonesia pada kuartal ketiga tahun 2022 memperoleh hasil yang memuaskan terlebih jika dibandingan dengan kuartal sebelumnya atau kuartal yang sama di tahun sebelumnya.
Bahlil mengatakan investasi Indonesia di kuartal ketiga mencapai 307,8 triliun
rupiah. Capaian investasi ini tumbul secara QoQ (Quartal on Quartal) dibanding kuartal
kedua sebesar 1,9% dan dibandingan kuartal yang sama di tahun lalu (YoY) tumbuh sebesar
42,1%. Dengan angka sebanyak itu, investasi di Indonesia berhasil menyerap tenaga kerja
sebesar 325.575 orang dalam kuartal ketiga tahun ini.
Dari 307,8 Triliun nilai investasi tersebut, 54,9% diantaranya berasal dari PMA
dan sisanya lagi berasal dari PMDN. “Sekali lagi saya katakan bahwa di tengah ekonomi
global yang tidak menentu bahkan sebagian besar negara-negara foreign direct investmentnya turun tapi alhamdulillah Indonesia PMA-nya itu sebesar 54,9% atau 168,9 triliun dari
target dari investasi” ucap Bahlil.
Menurut Bahlil, realisasi investasi melalui PMA tersebut secara QoQ tumbuh 3,5%
dan secara YoY tumbuh 63,6%. Angka tersebut merupakan yang terbesar dalam sejarah
investasi di Indonesia. Hal ini menandakan kepercayaan investor asing masih tinggi terhadap
pasar Indonesia.
Sedangkan PMDN secara YoY tumbuh sebesar 22,5% dengan nilai investasi 138,9
triliun rupiah. Namun, secara QoQ PMDN Indonesia menurun 0,05%. Hal ini, sesuai yang
disampaikan Bahlil, disebabkan karena di kuartal sebelumnya penanaman modal asing di
Indonesia sedang tinggi-tingginya sehingga persentase PMDN menjadi kecil.
Tingginya minat investor menanamkan modalnya di Indonesia ini, diungkapkan
oleh Bahlil, terjadi karena beberapa hal. Diantaranya adalah stabilitas politik, kemudian juga
karena adanya trust kepemimpinan pemerintah terutama oleh presiden, serta fokus
pemerintah yang konsisten dalam membangun arah kebijakan investasi di Indonesia.
Diketahui Kementerian Investasi di tahun 2022 menargetkan investasi di Indonesia
tembus Rp1200 Triliun. Jumlah yang sangat besar ini tidaklah mustahil jika melihat tren
investasi di negeri ini. Sampai di kuartal ketiga tahun ini Indonesia sudah menerima investasi,
baik dari dalam negeri maupun luar negeri, sebanyak 892,4 triliun rupiah. Nilai tersebut
sudah menyentuh 74,4% dari target investasi tahunan Menves.
Dengan nilai investasi yang memuaskan ini, Bahlil yakin target investari 1200
triliun Rupiah akan bisa tercapai sampai akhir tahun ini. “Saya yakin dan percaya 2022 insya
Allah bisa kita selesaikan 1200 triliun dan tantangan besar yang ada di depan mata yaitu
tahun 2023”.
.png)
0 Komentar