Insiden pohon tumbang tersebut terjadi di sebuah tanjakan jalan masuk Dusun Manggis Candiretno. Warga dusun pun berbondong-bondong menyaksikan proses evakuasi yang dilakukan oleh beberapa warga lainnya guna membuka jalan yang tertutup oleh batang pohon. Kejadian ini mulanya diketahui seorang sopir bus mini yang hendak melintas jalan tanjakan tersebut. Terjadi saat jam sepi, tumbangnya beberapa pohon telat diketahui warga setempat. "Saya mau nyetor minuman kemasan ke daerah kota tapi begitu mau melintas, jalannya ketutup pohon semua," terang Dandi.
Hujan deras yang mengguyur Dusun Manggis Candiretno menyebabkan gugurnya tanah di sekitar tanjakan. Guguran tanah tersebutlah yang kemudian mengakibatkan beberapa pohon tumbang dan menutup akses jalan. Jenis pohon yang tumbang merupakan pohon gamal atau yang kerap dikenal sebagai pohon resede oleh warga setempat. Meskipun ukuran pohon tidak begitu besar, namun tumbangnya beberapa pohon resede menutup lebar jalan hingga tak dapat dilewati.
Gotong royong warga yang sigap dilakukan mempercepat pembukaan kembali akses jalan, mengingat jalan tersebut merupakan jalan utama penghubung dengan desa sebelah, Desa Payaman. Menanggapi kejadian tersebut, warga dihimbau untuk berhati-hati ketika melintasi jalan tanjakan tersebut. Terlebih saat musim hujan jalan tersebut memang licin dan terdapat pula beberapa bagian jalan yang mengalami kerusakan akibat sering dilintasi kendaraan dengan bermuatan berat. Rusaknya beberapa bagian jalan di area tanjakan melatarbelakangi pemasangan portal untuk menghalangi lewatnya kendaraan bermuatan berat. Kayu pohon resede yang tumbang pun dimanfaatkan oleh warga sebagai bahan bakar. Sejumlah warga yang turut mengambil kayu pohon resede tersebut mengaku bersyukur memperoleh kayu bakar tanpa harus mencarinya. Terlebih resede merupakan pohon yang tumbuh tanpa ditanam dengan sengaja, jadi tidak ada pihak yang akan mengalami kerugian atas insiden tersebut.

0 Komentar